Post Title 2

Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Pengertian Sosiologi

Posted by Meeyee DoDoL Cuek On 19.55


A.Pengertian Sosiologi

Sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang masyarakat,perikalu masyarakat dan perkembangan masyarakat dan merupakan cabang dari ilmu sosial yang mempelajari masyarakat dan pengaruhnya pada manusia.

Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang berarti teman dan logos dari kata yunani yang berarti cerita.August Comte mengungkapkan untuk pertama kalinya dalam bukunya yang berjudul: Cours De Philosophie Positive ,tiga tahapan perkembangan intelektual yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya.

Tiga tahapan itu adalah:

Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam
Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.
Pendapat August Comte itu didukung oleh Pitrim A.Sorokin,Karl Marx,Emile Durkheim dan Max Weber ,mereka menyumbangkan beragam pendapat mempelajari masyarakat yang berguna untuk perkembangan sosiologi.
Dukungan Pitirim A.Sorokin terutama dalam kaitannya dengan perluasa arti sosiologi adalah pengetahuan tentang pengaruh timbale balik antara gejala sosioal dan non sosila.Gejala itu antara lain gejala ekonomi,gejala keluarga dan gejala moral.
Sementara Karl Max lebih kepada pendekatan yang diperkenalkan sebagai pendekatan materialisme dialektis dan selalu ada konflik kelas sosial.
Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme agar terjadi keteraturan dalam masyarakat.
Sedangkan Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen atau pemahaman utuh untuk menuluri nilai kepercayaan,tujuan dan sikap menjadi penuntun perilaku manusia.

Ruang Lingkup Sosiologi

Sosiologi memberi penekanan cara pandang pada konteks sosial di mana orang atau sekelompok orang hidup.Seorang sosiolog C.Wright Mills bahan mengatakan bahwa sosiologi itu membuat kita meraih keterkaitan antara sejarah dan biografi.
Jadi sosiologi membuat kita keluar dari mata kita untuk melihat orang lain dan membawa kita pada pemahaman yang menyeluruh akan perilaku orang atau sekelompok orang.


Sosiologi dan Ilmu Lainnya

Antropologi Ilmu sosial ini pusat perhatiannya adalah kebudayaan yang melingkupi peralatan,seni,senjata,struktur,ide dan nilai dan bentuk komunikasi terutama bahasa.Fokus perhatian antropologi dari dulu sampai sekarang adalah budaya dan memberikan penekanan pada sistem tersebut.

Ekonomi memberi penekanan pada suatu lembaga sosial.Mempelajar produksi dan distribusi barang-barang dan pelayanan dengan tarif berapa dan kerugian berapa.

Ilmu Politik . Memfokuskan diri diri pada politik dan pemerintahan,membedah bentuk dari pemerintahan dan bagaimana bentuk tersebut berhubungan dengan lembaga lain dari masyarakat.

Psikologi .Fokus ilmu ini adalah proses – proses yang terjadi dalam individu .Para psikolog meneliti intelegensia,emosi,persepsi dan ingatan bahkan mimpi,juga mempelajari bagaimana kepridaian terbentuk



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Penerapan Pengetahuan Sosiologi

Posted by Meeyee DoDoL Cuek On 19.53

Peranan Sosiologi
Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang membahas dan mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat.
Objek kajian sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antarmanusia tersebut didalam masyarakat.
Jadi pada dasarnya sosiologi mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.
Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal-usul pertumbuhannya serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotannya.

Hakikat Sosiologi
-Sosiologi adalah suatu ilmu sosial.
-Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yanh normatif, melainkan kategoris.
-Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni bukan terapan
-Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan konkret
-Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum.
Sosiologi sebagai Ilmu
1. Pengetahuan
Kesan yang timbul dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya.
2. Tersusun Secara Sistematis
Tidak semua pengetahuan merupakan suaru ilmu. Hanya pengetahuan yang tersusun secara sistematis saja yang bisa dikatakan sebagai ilmu pengetahuan. Sistematika berarti urut-urutan tertentu dari unsur-unsur yang merupakan suatu kebulatan.
3. Menggunakan pemikiran
Proses cara berfifikr dengan menggunakan otak. Pengetahuan yang dipikirkan tersebut diperoleh melalui kenyataan (fakta) dengan melihat dan mendengar sendiri, serta melalui alat-alat komunikasi lainnya. Pengetahuan tersebut diterima dengan panca indera untuk kemudian diterima dan diolah oleh otak.
4. Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum (objektif)
Pada tahap ini ilmu pengetahuan harus dapat dikemukakan dan diketahui umum sehingga dapat diperiksa serta ditelaah oleh umum yang mungkin berbeda paham dengan ilmu pengetahuan yang dikemukakan.
5. Sosiologi Hukum
Mempelajari kaitan antara gejala kemasyarakatan dan hukum. Materi yang dipelajari :
Lembaga-lembaga hukum dalam masyarakat
Peran hukum dalam masyarakat
Perilaku masyarakat dalam hubungannya dengan hukum yang berlaku.
6. Sosiologi Keluargaan
Membahas kegiatan atau interaksi gejala kemasyarakatan dengan keluarga. Materi yang dibahas :
Bentuk-bentuk keluarga dalam masyarakat
Peran keluarga dalam masyarakat
Keluarga dalam perubahan social
7. Sosiologi Ekonomis
Mempelajari hubungan gejala kemasyarakatan dengan tata cara kegiatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
8. Sosiologi Industri
Mempelajari kaitan gejala kemasyarakatan dengan industri.materi yang dikaji :
Hubungan industri dengan berbagai subsistem yang ada dalam masyarakat
Aktivitas yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi
Peranan industri dalam perubahan masyarakat.
Dimana adapun peranan sosiologi yang umum diisi oleh para sosoilog dalam masyarakat, yakni :
1. Periset
Sama halnya dengan ilmuwan, sosiolog juga menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan pengetahuan.
2. Konsultan Kebijakan
Prediksi sosiolog dapat digunakan untuk membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi
3. Sosiolog Klinis
Sebagai sosiolog klinis, mereka ikut terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan masyarakat, seperti memberi masyarakat saran-saran dalam hubungan masyarakat, hubungan antarkaryawan, penyelesaian berbagai masalah tentang hubungan antarmanusia dan masalah moral.
4. Guru atau Pendidik
Kegiatan belajar mengajar adalah karier utama bagi sosiolog. Dengan menjadi guru, para sosiolog dapat membuka wawasan para siswa dalam hidup bermasyarakat guna meningkatkan kualitas hidupnya.

Manfaat Sosiologi
1. Dapat melihat dengan jelas siapa diri kita, baik sebagai pribadi maupun anggota kelompok atau masyarakat.
2. Mampu mengkaji tempat kita dalam masyarakat dan dapat melihat dunia atau budaya lain yang belum kita ketahui sebelumnya
3. Makin memahami norma, tradidi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain.
4. Makin lebih tanggap, kritis dan rasional menghadapi gejala sosial masyarakat yang makin kompleks.

SOSIOLOGI DAN KEGIATAN SOSIAL

Dimana profesi yang dapat digeluti oleh sosilog, antara lain sebagai berikut :
  1. Dalam kerja social, pekerjaan yang menuntut gelar kesarjanaan bidang sosiologi.
  2. Dalam profesi kedokteran, jikim, dan insinyur, di sini di temukan bahwa sosiologi sangat membantu.
  3. Sekolah lanjutan memerlukan guru-guru pelajaran sosiologi.
  4. Sosiologi sebagai pegawai negeri.
  5. Para sosiolog dipekerjakan dalam sejumlah kecil industri, asosiasi perdagangan dan yayasan. Dalam jumlah cukup besar, para sosiolog dipekerjakan oleh organisasi riset. Selain itu, beraneka ragam posisi dalam bidang administrasi dan pelaksanaan riset banyak di tempati para sosiolog.
  6. Karier yang baru muncul dalam bermacam-macam program kegiatan masyarakat setempat (hubungan masyarakat), komisi praktik pekerjaan yang adil, program bantuan luar negeri, dan lembaga swadaya masyarakat.
Ada juga kegiatan langsung yang bersangkut paut nya dengan sosiologi yakni :
Sukses program KB di masa Pak Harto erat kaitannya dengan Kepala BKKBN yg sosiolog. Program rintisan swasembada beras (Bimas/Inmas) banyak melibatkan peran sosiolog pedesaan. Lantas penyelesaian konflik Maluku beberapa tahun lalu juga tak lepas dari peran sosiolog.
Dari penjelasan ini, tampak peran sosiologi dalam perubahan dan kesinambungan masyarakat Indonesia.
Karier dalam Sosiologi
Dimana dasar-dasar persiapan karier yang antara lain sebagai berikut :
  1. Dalam kerja sosial (social work), biasanya dituntut dan dianjurkan gelar sarjana dan pendidikan akademis dengan mata kuliah utama yang kuat.
  2. Dalam bidang profesi kedokteran,hukum, insinyur ditemukan bahwa pelajaran akademis ilmu sosial sangat berguna untuk mendampingi ilmu yang mereka pelajari.
  3. Sekolah lanjutan memerlukan guru-guru sosilogi.
  4. pegawai negeri sering mencantumkan kualifikasi pendidikan sosiolog di antarara kualifikasi pendidikan yang dapat diterima untuk berbagai macam jenis posisi dalam golongan yang lebih rendah dan menengah.
  5. Para sosiolog dikerjakan dalam ssejumlah kecil industri, asosiasi perdagangan, serikat buruh, yayasan,dan dalam jumlah yang cukup besar oleh organisasi penelitian, dan dalam beraneka ragam posisi, sangat sering dalam bidang administrasi dan pelaksanaan riset.
  6. Karier dalam bermacam-macam program kegiatan masyarakat (Humas) setempat, komisi praktik pekerjaan yang adil, program kegiatan alternatif, program kesempatan ekonomis, progran latihan kerja, program bantuan luar negri dan masih banyak lagi,..



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Nilai dan Norma Sosial

Posted by Meeyee DoDoL Cuek On 19.51


Pengertian Nilai Sosial
Satu bagian penting dari kebudayaan atau suatu masyarakat adalah nilai sosial. Suatu tindakan dianggap sah, dalam arti secara moral diterima, kalau tindakan tersebut harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat di mana tindakan tersebut dilakukan.  Dalam sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi kasalehan beribadah, maka apabila ada orang yang malas beribadah tentu akan menjadi bahan pergunjingan, cercaan, celaan, cemoohan, atau bahkan makian.  Sebaliknya, kepada orang-orang yang rajin beribadah, dermawan, dan seterusnya, akan dinilai sebagai orang yang pantas, layak, atau bahkan harus dihormati dan diteladani.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sosiologi Sebagai Ilmu Tentang Masyarakat

Posted by Meeyee DoDoL Cuek On 19.50


Definisi Sosiologi
a. Berdasarkan etimologi (kebahasaan/asal kata)
Secara kebahasaan nama sosiologi berasal dari kata socious, yang artinya ”kawan” atau
”teman” dan logos, yang artinya ”kata”, ”berbicara”, atau ”ilmu”. Sosiologi berarti berbicara
atau ilmu tentang kawan. Dalam hal ini, kawan memiliki arti yang luas, tidak seperti dalam
pengertian sehari-hari, yang mana kawan hanya digunakan untuk menunjuk hubungan di
anatra dua orang atau lebih yang berusaha atau bekerja bersama. Kawan dalam pengertian ini
merupakan hubungan antar-manusia, baik secara individu maupun kelompok, yang meliputi
seluruh macam hubungan, baik yang mendekatkan maupun yang menjauhkan, baik yang
menuju kerpada bentuk kerjasama maupun yang menuju kepada permusuhan.
Jadi, sosiologi adalah ilmu tentang berbagai hubungan antar-manusia yang terjadi di dalam
masyarakat. Hubungan antar-manusia dalam masyarakat disebut hubungan sosial.
b. Definisi menurut para ahli sosiologi
Secara umum sosiologi dapat diberi batasan sebagai studi tentang kehidupan sosial manusia,
kelompok dan masyarakat.
Berikut dikemukakan definisi sosiologi dari beberapa ahli sosiologi.
 Van der Zanden memberikan batasan bahwa sosiologi merupakan studi ilmiah tentang
interaksi antar-manusia.
 Roucek dan Warren mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan
antar-manusia dalam kelompok.
 Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari: (1)
hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya gejala
ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak
masyarakat dengan politik, dan sebagainya, (2) hubungan dan pengaruh timbal-balik
antara gejala sosial dengan gejala nonsosial, misalnya pengaruh iklim terhadap watak
manusia, pengaruh kesuburan tanah terhadap pola migrasi, dan sebagainya, dan (3) ciriciri
umum dari semua jenis gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat
 Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam bukunya yang berjudul Setangkai
Bunga Sosiologi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang
mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Struktur sosial merupakan jalinan atau konfigurasi unsur-unsur sosial yang pokok dalam
masyarakat, seperti: kelompok-kelompok sosial, kelas-kelas sosial, kekuasaan dan
wewenang, lembaga-lembaga sosial maupun nilai dan norma sosial. Proses sosial
merupakan hubungan timbal-balik di antara unsur-unsur atau bidang-bidang kehidupan
dalam masyarakat melalui interaksi antar-warga masyarakat dan kelompok-kelompok.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial

Posted by Meeyee DoDoL Cuek On 19.48


Manusia itu unik satu sama lain. Perilaku maupun tindakan masing-masing individu memiliki ciri tersendiri. Namun., Sebagai makhluk sosial, tindakan manusia seunik apapun tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosialnya. Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipe tindakan berikut ini.

a) Tindakan Sosial Instrumental
Tindakan ini bersifat rasional dan dipertimbangkan dengan matang.
b) Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Orang melakukan tindakan sebab hal itu dinilai baik atau benar dan tidak terlalu diperhitungkan.
c) Tindakan Afektif
Tindakan afektif tergolong tindakan irasional sebab sebagian besar tindakan didorong oleh perasaan ataupun emosi tanpa diperhitungkan matang-matang.
d) Tindakan Sosial Tradisional
Tindakan sosial ihi dilakukan tanpa perhitungkan matang, melainkan lebih karena tang berlaku selama ini dalam masyarakat dan pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan sebelumnya.


A. INTERAKSI SOSIAL
Setiap orang bergauldengan orang lain hari demi hari. Kita berbicara dengan orang lain, bersalaman, atau bahkan bermusuhan. Semua tindakan itu berciri resiprokal (timbal balik). Tindakan seperti ini dinamakan interaksi sosial.
Interaksi sosial merupakan intisari kehidupan sosial. Selanjutnya interaksi sosial juga merupakan betuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Kita baru menyadari bahwa kita adalah makhluk sosial saat berdiskusi dengan teman, ditegur orang tua, dan bentuk interaksi sosial lainnya.

1. FAKTOR INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial, sebagai aksi dan reaksi yang timbal balik. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial.

a) Imitasi
Imitasi adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.

b) Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh itu.

c) Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.

d) Simpati
Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari oleh keinginan untuk mengerti pihak lain.

2.SYARAT-SYARAT INTERAKSI SOSIAL
a) Kontak
Dalam sosiologi, kata kontak tidak hanya berarti saling menyentuh secara fisik atau berhadapan langsung. Kontak dapat terjadi lewat perantara juga.
Di lihat dari bentuknya, kontak sosial dibedakan menjadi berikut ini.
1) Kontak Antar individu
2) Kontak antar kelompok
3) Kontak antar individu dan suatu kelompok
b) Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya. Komunikasi dapat di lakukan dengan bahasa atau kata-kata yang dapat di mengertikedua pihak (komunikasi verbal).

B. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
1. Proses Asosiatif (Association Processes)
Interaksi sosial dengan proses asosiatif bersifat positif Dan mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

A. Kerja sama (Cooperation)
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya.
Kerja sama juga akan bertambah erat apabila ada tindakan yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam.
Kerja sama dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut:
1) Kerja sama spontan
2) Kerja sama langsung
3) Kerja sama kontrak
4) Kerja sama tradisional
B. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi adalah suatu proses penyesuian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan.
Bentuk-bentuk akomodasi antara lain :
1) Koersi
Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak suatu pihak terhadap pihak lain yang lebih lemah.
Contoh : sistem pemerintahan totalitarian.
2) Kompromi
Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
Contoh : Perjanjian gencatan senjata antara dua negara.
3) Arbitrasi
Arbitrasi terjadi apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri.
Contoh : Penyelesaian pertentangan antara dewan karyawan dan pengusaha dengan serikat buruh, serta Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak ketiga.
4) Mediasi
Hampir sama dengan arbitrasi, tapi pihak ketiga hanya menengah atau juru damai. Keputusan damai hanya tergantung pihak yang bertikai.
Contoh : Mediasi pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di kamboja.
5) Konsiliasi
Upaya mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
Contoh: panitia tetap penyelesaian masalah ketenaga kerjaan mengundang perusahan dan wakil karyawan untuk menyelesaikan pemogokan.
6) Toleransi
Toleransi adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi.
7) Stalemate
Stalemate terjadi ketika melompok yang terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang.
Contoh: persaingan blok barat dan blok timur Eropa berhenti dengan sendirinya tanpa ada pihak yang menang dan yang kalah.
8) Ajudikasi
Ajudikasi adalah penyelesaian masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum.
Contoh: persengketaan tanah waris keluarga yang di selesaikan di pengadilan.

C. Asimilasi
Asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerja sama dan akomodasi. Hasil dari proses asmilasi adalah semakin tipisnya batas perbedaan antara individu dalam suatu kelompok atau batas antara kelompok.
D. Akulturasi
Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan yang asli dan akulturasi juga merupakan hasil perpaduan dua kebudayaan dalam waktu lama.
Contoh: kebudayaan hindu di Indonesia bertamu dengan kebudayaan Islam menhaslkan kebudayaan Islam yang bercorak Hindu.
2. Proses Disosiatif (opposition processes)
Pengertian proses disosiatif di sebut pula proses oposisi. Oposisis di artikan cara yang bertentangan dengan seseorang atau pun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses Disosiatif dapat dibedakan menjadi 3 bentuk,antara lain:
A. Persaingan (competition)
Persaingan merupakan suatu proses sosial ketika ada 2 pihak atau lebih saling berlomba dan berebut sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Contoh: persaingan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas.
B. Kontravensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya ketidak pastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang di ungkapkan secara terbuka. Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak terjadi konflik secara terbuka.
C. Pertikaian
Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan sudah bersifat terbuka. Jadi pertikaian muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain lewat ancaman atau kekerasan.


D. Konflik
Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere). Koflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang agak sulit di damaikan atau di temukan kesamaannya. Konflik juga merupakan kondisi wajar dalam setiap masyarakat.

C.STATUS, PERAN, DAN KELAS SOSIAL
1. Kedudukan Sosial (Status Sosial)
Kedudukan sosial adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam kelompok sosial atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Kedudukan sosial meliputi lingkungan pergaulan, prestasi, hak dan kewajiban.
Dilihat dari proses terjadinya, kedudukan sosial seseorang dibagi menjadi tiga :
1. Ascribed status
Adalah kedudukan sosial yang diperoleh secara otomatis melalui keturunan.

2. Achieved status
Adalah suatu kedudukan yang dicapai seseorang melalui usaha – usaha yang disengaja.

3. Assigned status
Adalah status sosial yang diberikan kepada seseorang yang berjasa telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
2. Peran Sosial
Adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Peran berasal dari pola pergaulan hidup. Peran menentukan apa yang akan diperbuat dan kesempatan apa yang diberikan masyarakat di sekitarnya. Dalam masyarakat, ada banyak individu dengan peran yang beragam. Beragamnya peran sosial tersebut membawa akibat dinamis, seperti konflik, ketegangan, kegagalan, dan kesenjangan.


A. Konflik peran
Konflik peran terjadi bila seseorang dengan kedudukan tertentu harus melaksanakan peran yang sesungguhnya tidak dia harapkan. Terjadi karena seseorang mempunyai banyak status sosial.

B. Ketegangan
Ketegangan terjadi bila seseorang mengalami kesulitan untuk melakukan peran sosial yang dimilikinya karena ketidaksesuaian antara kewajiban – kewajiban yang harus dia jalankan dengan tujuan peran sosial itu sendiri.

C. Kegagalan peran
Terjadi jika seseorang tidak sanggup menjalankan beberapa peran sekaligus karena terdapat tuntutan – tuntutan yang saling bertentangan.
D. Kesenjangan peran
Terjadi jika seseorang harus menjalankan peran yang tidak menjadi prioritas hidupnya sehingga meras tertekan / tidak cocok menjalankan peran tersebut.

3. Kelas Sosial
Kelas sosial merujuk kepada pembedaan hierarki / tingkatan antara individu – individu dalam sebuah masyarakat. Pengertian kelas sosial bisa berbeda – beda dalam tiap jaman dan masyarakat. Namun, kelas sosial secara umum sering ditentukan oleh tingkat pendapatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berikut pendapat para sosiolog mengenai kelas sosial.
a. Soerjono Soekanto
Hampir sama dengan lapisan sosial tanpa membedakan apakah berdasarkan faktor uang, tanah, atau kekuasaan.
b. Kornblum
Hampir sama dengan kasta, hanya saja penentuannya berdasarkan kriteria ekonmi seperti pekerjaan, penghasilan, dan kemakmuran.

D. PROSES PEMBENTUKAN KELOMPOK, LEMBAGA DAN ORGANISASI SOSIAL

1. Kelompok dan Asosiasi
Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Menurut Robert Bierstedt, kelompok dibedakan menjadi :
a. Kelompok statis, kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis diantaranya.
b. Kelompok kemasyarakatan,kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial diantara anggotanya.
c. Kelompok sosial,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu sama lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
d. Kelompok asosiasi,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.
Selain itu, menurut Robert bierstedt, berdasarkan keteraturannya terdapat bermacam – macam kelompok.
a. Kelompok sosial yang teratur
1. In-group dan out-group
Adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut.
2. Primer dan sekunder
Kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng. Kelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk tujuan tertentu, dan hubungan antara anggotanya bersifat impersonal sehingga biasanya tidak langgeng.
3. Paguyuban dan Patembayan
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya hanya untuk jangka waktu yang pendek.
4. Formal group dan informal group
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti, terbentuk karena pertemuan yang berulang- ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan pengalaman.
5. Membership group dan Reference group
Membership group adalah suatu kelompok yang di dalamnya setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. Refernce group adalah kelompok – kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya.
b. Kelompok sosial yang tidak teratur
1. Kerumunan adalah individu – individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan.
2. Publik adalah orang – orang yang berkumpul yang mempunyai kepentingan yang sama.



2. Lembaga
Dalam sosiologi, lembaga berarti sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang dianggap penting masyarakat. Sistem norma mencakup gagasan, aturan, tata cara kegiatan, dan ketentuan sanksi. Lembaga sosial mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan – kebutuhan pokok manusia. Lembaga sosial mempunyai fungsi sebagai berikut.
a. Pedoman anggota masyarakat untuk bersikap dalam menghadapi masalah masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan masyarakat.
b. Menjaga keutuhan masyarakat.
c. Pegangan untuk mengadakan sistem pengendalian sosial terhadap tingkah laku anggota masyarakat.
Menurut Gillin & Gillin, ciri – ciri umum lembaga sosial antara lain :
a. Pola pemikiran dan perilaku yang terwujud dalam aktifitas – aktifitas masyarakat beserta hasil – hasilnya.
b. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu.
c. Mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d. Mempunyai alat – alat kelengkapan tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga tersebut.
e. Memiliki lambang – lambang yang merupakan simbol untuk menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga tersebut.
f. Dalam merumuskan tujuan dan tata tertibnya, lembaga memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis.

3. Organisasi Sosial
Berdasarkan sifat resmi tidaknya, dikenal 2 jenis organisasi berikut.
a. Organisasi formal
Organisasi formal sifatnya lebih teratur, mempunyai struktur organisasi yang resmi, serta terdapat perencanaan dan program yang dilaksanakan secara jelas. Organisasi ini terbentuk secara resmi melalui prosedur dan tahap yang jelas.
b. Organisasi infiormal
Karena sifatnya tidak rresmim, struktur organisasi ini tidak begitu jelas atau bahkan tidak ada. Begitu pula dengan perencanaan dan program yang akan dilaksanakan tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, kadang – kadang terjadi begitu saja secara spontan. Pembentukan organisasi ini tidak perlu melalui proses panjang bahkan bisa terjadi secara spontan.

E. PERUBAHAN DAN DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
1. Pengertian
Setiap masyarakat di mana pun pasti akan mengalami perubahan dan diinamika. Perubahan yang terjadi bisa berupa perubahan nilai, norma, pola perilaku, lembaga, stuktur sosial, dan lainnya.
Perubahan dinamika sosial tidak berarti kemajuan tetapi dapat pula berarti kemunduran dalam bidang kehidupan tertentu.






Interaksi sosial
dalam Dinamika kehidupan sosial

Manusia itu unik satu sama lain. Perilaku maupun tindakan masing-masing individu memiliki ciri tersendiri. Namun., Sebagai makhluk sosial, tindakan manusia seunik apapun tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosialnya. Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipe tindakan berikut ini.
a) Tindakan Sosial Instrumental
Tindakan ini bersifat rasional dan dipertimbangkan dengan matang.
b) Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Orang melakukan tindakan sebab hal itu dinilai baik atau benar dan tidak terlalu diperhitungkan.
c) Tindakan Afektif
Tindakan afektif tergolong tindakan irasional sebab sebagian besar tindakan didorong oleh perasaan ataupun emosi tanpa diperhitungkan matang-matang.
d) Tindakan Sosial Tradisional
Tindakan sosial ihi dilakukan tanpa perhitungkan matang, melainkan lebih karena tang berlaku selama ini dalam masyarakat dan pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan sebelumnya.


A. INTERAKSI SOSIAL
Setiap orang bergauldengan orang lain hari demi hari. Kita berbicara dengan orang lain, bersalaman, atau bahkan bermusuhan. Semua tindakan itu berciri resiprokal (timbal balik). Tindakan seperti ini dinamakan interaksi sosial.
Interaksi sosial merupakan intisari kehidupan sosial. Selanjutnya interaksi sosial juga merupakan betuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Kita baru menyadari bahwa kita adalah makhluk sosial saat berdiskusi dengan teman, ditegur orang tua, dan bentuk interaksi sosial lainnya.

1. FAKTOR INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial, sebagai aksi dan reaksi yang timbal balik. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial.

a) Imitasi
Imitasi adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.

b) Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh itu.

c) Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.

d) Simpati
Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari oleh keinginan untuk mengerti pihak lain.

2.SYARAT-SYARAT INTERAKSI SOSIAL
a) Kontak
Dalam sosiologi, kata kontak tidak hanya berarti saling menyentuh secara fisik atau berhadapan langsung. Kontak dapat terjadi lewat perantara juga.
Di lihat dari bentuknya, kontak sosial dibedakan menjadi berikut ini.
1) Kontak Antar individu
2) Kontak antar kelompok
3) Kontak antar individu dan suatu kelompok
b) Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya. Komunikasi dapat di lakukan dengan bahasa atau kata-kata yang dapat di mengertikedua pihak (komunikasi verbal).

B. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
1. Proses Asosiatif (Association Processes)
Interaksi sosial dengan proses asosiatif bersifat positif Dan mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

A. Kerja sama (Cooperation)
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya.
Kerja sama juga akan bertambah erat apabila ada tindakan yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam.
Kerja sama dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut:
1) Kerja sama spontan
2) Kerja sama langsung
3) Kerja sama kontrak
4) Kerja sama tradisional
B. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi adalah suatu proses penyesuian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan.
Bentuk-bentuk akomodasi antara lain :
1) Koersi
Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak suatu pihak terhadap pihak lain yang lebih lemah.
Contoh : sistem pemerintahan totalitarian.
2) Kompromi
Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
Contoh : Perjanjian gencatan senjata antara dua negara.
3) Arbitrasi
Arbitrasi terjadi apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri.
Contoh : Penyelesaian pertentangan antara dewan karyawan dan pengusaha dengan serikat buruh, serta Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak ketiga.
4) Mediasi
Hampir sama dengan arbitrasi, tapi pihak ketiga hanya menengah atau juru damai. Keputusan damai hanya tergantung pihak yang bertikai.
Contoh : Mediasi pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di kamboja.
5) Konsiliasi
Upaya mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
Contoh: panitia tetap penyelesaian masalah ketenaga kerjaan mengundang perusahan dan wakil karyawan untuk menyelesaikan pemogokan.
6) Toleransi
Toleransi adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi.
7) Stalemate
Stalemate terjadi ketika melompok yang terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang.
Contoh: persaingan blok barat dan blok timur Eropa berhenti dengan sendirinya tanpa ada pihak yang menang dan yang kalah.
8) Ajudikasi
Ajudikasi adalah penyelesaian masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum.
Contoh: persengketaan tanah waris keluarga yang di selesaikan di pengadilan.

C. Asimilasi
Asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerja sama dan akomodasi. Hasil dari proses asmilasi adalah semakin tipisnya batas perbedaan antara individu dalam suatu kelompok atau batas antara kelompok.
D. Akulturasi
Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan yang asli dan akulturasi juga merupakan hasil perpaduan dua kebudayaan dalam waktu lama.
Contoh: kebudayaan hindu di Indonesia bertamu dengan kebudayaan Islam menhaslkan kebudayaan Islam yang bercorak Hindu.
2. Proses Disosiatif (opposition processes)
Pengertian proses disosiatif di sebut pula proses oposisi. Oposisis di artikan cara yang bertentangan dengan seseorang atau pun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses Disosiatif dapat dibedakan menjadi 3 bentuk,antara lain:
A. Persaingan (competition)
Persaingan merupakan suatu proses sosial ketika ada 2 pihak atau lebih saling berlomba dan berebut sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Contoh: persaingan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas.
B. Kontravensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya ketidak pastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang di ungkapkan secara terbuka. Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak terjadi konflik secara terbuka.
C. Pertikaian
Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan sudah bersifat terbuka. Jadi pertikaian muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain lewat ancaman atau kekerasan.


D. Konflik
Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere). Koflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang agak sulit di damaikan atau di temukan kesamaannya. Konflik juga merupakan kondisi wajar dalam setiap masyarakat.

C.STATUS, PERAN, DAN KELAS SOSIAL
1. Kedudukan Sosial (Status Sosial)
Kedudukan sosial adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam kelompok sosial atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Kedudukan sosial meliputi lingkungan pergaulan, prestasi, hak dan kewajiban.
Dilihat dari proses terjadinya, kedudukan sosial seseorang dibagi menjadi tiga :
1. Ascribed status
Adalah kedudukan sosial yang diperoleh secara otomatis melalui keturunan.

2. Achieved status
Adalah suatu kedudukan yang dicapai seseorang melalui usaha – usaha yang disengaja.

3. Assigned status
Adalah status sosial yang diberikan kepada seseorang yang berjasa telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
2. Peran Sosial
Adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Peran berasal dari pola pergaulan hidup. Peran menentukan apa yang akan diperbuat dan kesempatan apa yang diberikan masyarakat di sekitarnya. Dalam masyarakat, ada banyak individu dengan peran yang beragam. Beragamnya peran sosial tersebut membawa akibat dinamis, seperti konflik, ketegangan, kegagalan, dan kesenjangan.


A. Konflik peran
Konflik peran terjadi bila seseorang dengan kedudukan tertentu harus melaksanakan peran yang sesungguhnya tidak dia harapkan. Terjadi karena seseorang mempunyai banyak status sosial.

B. Ketegangan
Ketegangan terjadi bila seseorang mengalami kesulitan untuk melakukan peran sosial yang dimilikinya karena ketidaksesuaian antara kewajiban – kewajiban yang harus dia jalankan dengan tujuan peran sosial itu sendiri.

C. Kegagalan peran
Terjadi jika seseorang tidak sanggup menjalankan beberapa peran sekaligus karena terdapat tuntutan – tuntutan yang saling bertentangan.
D. Kesenjangan peran
Terjadi jika seseorang harus menjalankan peran yang tidak menjadi prioritas hidupnya sehingga meras tertekan / tidak cocok menjalankan peran tersebut.

3. Kelas Sosial
Kelas sosial merujuk kepada pembedaan hierarki / tingkatan antara individu – individu dalam sebuah masyarakat. Pengertian kelas sosial bisa berbeda – beda dalam tiap jaman dan masyarakat. Namun, kelas sosial secara umum sering ditentukan oleh tingkat pendapatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berikut pendapat para sosiolog mengenai kelas sosial.
a. Soerjono Soekanto
Hampir sama dengan lapisan sosial tanpa membedakan apakah berdasarkan faktor uang, tanah, atau kekuasaan.
b. Kornblum
Hampir sama dengan kasta, hanya saja penentuannya berdasarkan kriteria ekonmi seperti pekerjaan, penghasilan, dan kemakmuran.

D. PROSES PEMBENTUKAN KELOMPOK, LEMBAGA DAN ORGANISASI SOSIAL

1. Kelompok dan Asosiasi
Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Menurut Robert Bierstedt, kelompok dibedakan menjadi :
a. Kelompok statis, kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis diantaranya.
b. Kelompok kemasyarakatan,kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial diantara anggotanya.
c. Kelompok sosial,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu sama lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
d. Kelompok asosiasi,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.
Selain itu, menurut Robert bierstedt, berdasarkan keteraturannya terdapat bermacam – macam kelompok.
a. Kelompok sosial yang teratur
1. In-group dan out-group
Adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut.
2. Primer dan sekunder
Kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng. Kelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk tujuan tertentu, dan hubungan antara anggotanya bersifat impersonal sehingga biasanya tidak langgeng.
3. Paguyuban dan Patembayan
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya hanya untuk jangka waktu yang pendek.
4. Formal group dan informal group
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti, terbentuk karena pertemuan yang berulang- ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan pengalaman.
5. Membership group dan Reference group
Membership group adalah suatu kelompok yang di dalamnya setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. Refernce group adalah kelompok – kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya.
b. Kelompok sosial yang tidak teratur
1. Kerumunan adalah individu – individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan.
2. Publik adalah orang – orang yang berkumpul yang mempunyai kepentingan yang sama.



2. Lembaga
Dalam sosiologi, lembaga berarti sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang dianggap penting masyarakat. Sistem norma mencakup gagasan, aturan, tata cara kegiatan, dan ketentuan sanksi. Lembaga sosial mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan – kebutuhan pokok manusia. Lembaga sosial mempunyai fungsi sebagai berikut.
a. Pedoman anggota masyarakat untuk bersikap dalam menghadapi masalah masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan masyarakat.
b. Menjaga keutuhan masyarakat.
c. Pegangan untuk mengadakan sistem pengendalian sosial terhadap tingkah laku anggota masyarakat.
Menurut Gillin & Gillin, ciri – ciri umum lembaga sosial antara lain :
a. Pola pemikiran dan perilaku yang terwujud dalam aktifitas – aktifitas masyarakat beserta hasil – hasilnya.
b. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu.
c. Mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d. Mempunyai alat – alat kelengkapan tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga tersebut.
e. Memiliki lambang – lambang yang merupakan simbol untuk menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga tersebut.
f. Dalam merumuskan tujuan dan tata tertibnya, lembaga memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis.

3. Organisasi Sosial
Berdasarkan sifat resmi tidaknya, dikenal 2 jenis organisasi berikut.
a. Organisasi formal
Organisasi formal sifatnya lebih teratur, mempunyai struktur organisasi yang resmi, serta terdapat perencanaan dan program yang dilaksanakan secara jelas. Organisasi ini terbentuk secara resmi melalui prosedur dan tahap yang jelas.
b. Organisasi infiormal
Karena sifatnya tidak rresmim, struktur organisasi ini tidak begitu jelas atau bahkan tidak ada. Begitu pula dengan perencanaan dan program yang akan dilaksanakan tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, kadang – kadang terjadi begitu saja secara spontan. Pembentukan organisasi ini tidak perlu melalui proses panjang bahkan bisa terjadi secara spontan.

E. PERUBAHAN DAN DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
1. Pengertian
Setiap masyarakat di mana pun pasti akan mengalami perubahan dan diinamika. Perubahan yang terjadi bisa berupa perubahan nilai, norma, pola perilaku, lembaga, stuktur sosial, dan lainnya.
Perubahan dinamika sosial tidak berarti kemajuan tetapi dapat pula berarti kemunduran dalam bidang kehidupan tertentu.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer